Speech Delay; Apakah Speech Delay Perlu Dikhawatirkan Orang Tua?

Tentu bahagia sekali melihat perkembangan anak dari hari ke hari ya, Bund. Namun, melihat fenomena orang tua bekerja, membuat kita sadar betapa minimnya waktu bersama orang tua dan anak. Anak batita dititip kepada ibu pengasuh yang jarang mengajak bicara. Ternyata hal ini dikhawatirkan bisa memberikan dampak speech delay yang berpengaruh terhadap perkembangan anak lho, Bund.

Apa sih speech delay? Speech delay adalah keterlambatan anak dalam berbicara.

Ciri-ciri anak yang mengalami Speech Delay:

  1. Pada usia hingga 12 bulan tidak dapat mengucapkan kata yang menunjuk orang tua
  2. Pada usia hingga 18 bulan tidak dapat menunjuk suatu benda atau mengucapkan 3 kata
  3. Pada usia 2-2,5 tahun tidak dapat merespon secara verbal atau gerakan ketika dipanggil

Ternyata ada juga gejala-gejala lain yang muncul saat masa pertumbuhan anak dari speech delay seperti :

  1. Kesulitan merangkai kata untuk membentuk kalimat
  2. Tidak mampu bercerita, hanya mampu mengeluarkan dua kosa kata
  3. Sering mengambil jeda saat berbicara
  4. Frustasi saat berbicara

Nah, semoga anak kita tidak menunjukkan ciri-ciri speech delay tersebut ya, Bund. Namun, bila memang ada beberapa, perlu dilakukan assesment oleh ahli untuk mengetahui kemampuan bicara anak.

Bahaya gak sih kalo kayak gitu, Bund? Apakah speech delay perlu dikhawatirkan orang tua?
Speech Delay juga berpengaruh terhadap kemampuan kognitifnya. Karena apa? Karena anak tidak bisa menyampaikan keinginannya terhadap orang tua dan lingkungan sekitar. Ini juga berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat kelak.

Yuk, deteksi dini kemampuan berbicara anak. Luangkan waktu Ayah Bunda untuk memberikan stimulus pada anak.

Semangat mendidik dan salam sayang parenting Buku Najma.

2 Replies to “Speech Delay; Apakah Speech Delay Perlu Dikhawatirkan Orang Tua?”

  1. Kesulitan merangkai kata untuk membentuk kalimat
    Tidak mampu bercerita, hanya mampu mengeluarkan dua kosa kata

    anak saya keduanya selalu ngalamin fase ini, awalnya kuatir, tapi kata teman yg mengalami hal sama, speech delay krn anak bilingual,wajar. dirumah kami memakai 2 bahasa. bhs indonesia dan bhs negara ayahnya. jadi kemampuan bicara agak telat, skrg anak yg lbh besar udah kelas 1 SD, ngomongnya udah nyerocos:D

Tinggalkan Balasan