Corona Masuk Tangerang; Perlukah panik?

https://pixabay.com/id/photos/coronavirus-virus-pandemi-cina-4810201/

Trending Corona masuk Indonesia langsung mengalahkan berita apa pun. Konon katanya orang-orang berduit auto borong makanan di market terdekat. Huhu Saya harus borong apa? Saya masih gini-gini juga; nyuci baju plus momong Adik. Temen-temen seperduniamaya langsung update Story; “Ternyata yang lebih mematikan dari virus adalah manusia.” Tak perlulah itu borong-borong segala.

Wabah virus Corona kabarnya sudah memakan korban ribuan nyawa. Kemarin saya baca statistiknya di sharingan temen-temen yang kecepatannya mengalahkan kecepatan pesawat Zet. Hihi

Yang lebih gawat darurat tanggal 2 Maret kemarin muncul berita warga Depok terindikasi Corona. Astagfirullah, kemudian muncul caption-caption lucu yang bilang lebih takut virus congornya tetangga dibandingkan Corona. Saya ngakak sih baca ini. Tahu congor kan, gaes? Itu artinya mulut. Mulut tetangga emang ngalahin harimau. Wkwk

Saya tinggal di Kota Tangerang. Setelah dapat kabar Corona di Depok, saya syok dua detik. Gak usah lama-lama syok-nya. Hihi Sebab, saya sudah curiga sejak berita orang di negara tetangga se-Asia kena Corona. Terus Indonesia pada santuy aja. Semoga kesantuyan warga Indonesia tak membawa sikap takabur dalam diri. Kalau takabur sudah hadir, hidup bisa berubah jadi ketar-ketir. Mudah saja bagi Allah membolak-balikan keadaan, bukan?

Hari ini saya terbangun pukul tiga dini hari dan begitu membuka HP. Jeger! Duar! Berita 7 warga Tangerang kena virus Corona di RSUD Tangerang. Oke. Saya rada deg-degan sendiri selama 3 detik. Jangan lama-lama deg-degannya, karena ini bukan acara lamaran apalagi akad. Hahaha

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/megapolitan/read/2020/03/03/12031231/waspada-corona-kini-ada-20-orang-dipantau-di-tangerang

Ternyata berita di Story WA teman saya itu hanya bikin panik aja. Saya cari-cari di mana ada berita 7 warga Tangerang terpapar Corona. Alhamdulillah, tidak ada. Hanya saja ada berita beberapa warga yang baru kembali dari negara terpapar Corona tersebut sehingga perlu dipantau. Oke, saya akhirnya merasa lega.

Beberapa tips menghadapi Corona yang saya dapat dari banyak sumber:

1. Rajin Minum Air Putih

2. Minum air rebusan jahe, kunyit, temulawak dsb

3. Rajin cuci tangan dengan sabun

4. Berdo’a

Sebagai muslim tentu saja kita harus berdoa dalam situasi apa pun.

Oke, rakyat Tangerang tercintah. Kita tawakal sambil jaga kesehatan masing-masing, yuk.

2 Replies to “Corona Masuk Tangerang; Perlukah panik?”

  1. wah serem jg kalo udah nyampe tangerang-.-‘ harga masker jg mahal2..bikin syok sampe ada yg jual sekotak 1.7 juta:S kemarin liatdi grup WA , teman jualan hand sanitizer 175 ribu…mana kecil ukurannya. sehat2 terus ya mbak. saling berdoa, disini jg sama aja rasa kuatirnya

Tinggalkan Balasan