7 Ciri Feeling Ekstrovert, Salah Satu Personality Genetic.

Suatu waktu saya merasa terlalu cekakak cekikik jadi orang tuh. Wkwk Perlukah berubah jadi kalem? Begitu isi kepala saya tiap hari bertanya. Namun, sebelum telanjur saya berubah jadi kalem (yang kemungkinannya cuma 0,0001%) Saya perlu mencari tahu apakah yang dimaksud dengan feeling Ekstrovert.

Apa Itu Feeling Ekstrovert?

Jadi ceritanya bulan Januari Najma ikut test Stifin di Sekolah Balitanya, THI. Hasil dari test tersebut, ternyata Najma di assesment termasuk ke Thinking Ekstrovert.

Mendengar kata Ekstrovert, saya langsung sadar diri. Pasti Ekstrovertnya Najma tercipta dari emaknya yang kayak koran terbuka. Gampang dibaca. Kemudian saya memikirkan Thinknya pasti bukan dari saya wkwk

Oke, selanjutnya beberapa hari kemudian, Abi Najma rapat Stifin bersama tim management sekolah THI tersebut. Pembahasannya memakan waktu cukup lama, karena saya sampai harus setia menunggu. Hihi

Ketika pulang, Abi seolah mengassesment istrinya, “Bun, kamu feeling esktrovert, deh kayaknya.”

Saya hampir melotot. Kenapa? Saya nggak terima dibilang feeling. Kayaknya kata feeling ini erat kaitannya dengan Baper. Duh, sorry, ya. Saya nggak mau jadi emak baperan.

“Masa sih?” tanya saya dengan ngeyel.

Saya mau protes karena sorot mata Abi mengatakan arti Feeling Esktrovert itu nggak bagus. Katanya saya mudah berasumsi. Hmm, okelah.

Kemudian diri yang meronta-ronta ingin tahu arti dari feeling Ekstrovert pun mulai searching Mbah Google. Pencarian dimulai. Voila, saya menemukan web Stifinnya langsung.

Jadi memang Feeling Ekstrovert itu orang yang menggunakan feeling sebagai media dengan Ekstrovert sebagai driver atau jalan yang membawa dari luar ke dalam.

Ciri-ciri Feeling Ekstrovert

1. Interpersonal

Orang Feeling Ekstrovert memiliki interpersonal yang kuat, memiliki hubungan relationship yang kuat, dia berfikir dan merasakan tentang orang lain yang lebih besar, ketimbang dia sekedar melakukan introspeksi kepada dirinya (intrapersonal).

Dari penjelasan tersebut saya ikut tersindir. Oke, introspeksi diri penting.

2. Otak Kohesif

Otaknya orang Feeling extrovert itu adalah otak kohesif, otak kohesif bila di kaitkan, berhubungan dengan orang lain, jadi dia harus selalu mencari cara bagaimana dia mengkohesifkan (melekatkan) dirinya dengan orang lain, itu adalah Feeling extrovert, sehingga muncul hubungan sosial yang harmonis.

Huhuhu pada ciri kedua saya mulai terharu. Kok terharu? Kok bisa ada penelitian sampai mendalam kayak gini 🤣 Saya emang gini nih. Saya suka bersosialisasi.

3. King Maker

Seorang King Maker, dialah yang mencetak raja, karena daya kohesifnya itu dia lebih mementingkan menempah orang, mendidik orang, menggembleng orang, nurturingnya terhadap orang lain, supaya kemudian banyak lahir kader dari tangannya.

Masya Allah. Ciri ketiga ini juga saya banget. Passion saya memang mengajar. Apa pun itu, saya suka menyampaikan kepada orang-orang.

Pada masanya dulu saya bukan hanya fokus mengajar Matematika, tapi juga bahasa Arab, Inggris, ceramah harian sebagai wali kelas. Sekarang anak-anak yang dulu sering curhat, tertawa, mencetak kenangan bersama saya, hampir sebagian besar sudah menikah dan bekerja. Kebetulan waktu itu saya diamanahkan mengasuh anak-anak grade SMA alias remaja.

4. Tempat Curhat

Feeling Ekstrovert mempunyai kemampuan listening yang kuat, juga kemampuan berbicara yang kuat.

Duh, apa pula itu? Saya merasa membaca diri sendiri.

Lagi-lagi saya mengucap syukur dan kagum pada Allah yang menciptakan kehebatan otak para ilmuwan dalam mengklasifikasi kepribadian hingga sejauh ini.

Saya memang sangat senang memancing orang-orang untuk mengeluarkan keluh kesahnya. Entahlah, saya merasa inilah dunia saya. Dengan banyak mendengar kisah teman-teman, saya merasa lebih bersyukur. Ketika mereka bahagia pun, seketika ikut merasa bahagia.

Banyak sekali teman aktif curhat yang tanpa sungkan berbagi perasaannya pada saya. Hal itu tidak menjadikan hidup penuh beban, tapi malah bahagia. Kenapa? Kadang saya berpikir sudah dari sananya. Wkwk

5. Senang Mencetak SDM

Karena feeling esktrovert adalah seorang King Maker, maka dirinya senang pula mencetak SDM. feeling extrovert akan merasa senang bila bisa mencetak samuan dari no one.

Ya, itu memang sifat naluriah seorang guru. Sebenarnya saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang guru, Tapi tampaknya qodarullah lah yang membawa saya terus berputar-putar dalam dunia pendidikan.

6. Moody

Terkesan angin-anginan. Mengerjakan tugas berdasarkan mood. Contohnya seperti ikutan chalenge bulan maret ODOP alias One Day One Posting dari Estrilook ini. Saya sampa utang banyak postingan karena nungguin mood. Tampaknya ini termasuk ciri yang harus diperbaiki atau diminimalisir.

7. Playboy

Feeling extrovert mudah sekali dia jatuh cinta. Tipe yang gampang cinta lokasi. Tipe yang kalau ditinggal pergi langsung cari lagi. 😂

Hemm, ngaku gak, yah? Pengen nggak ngaku aja rasanya, tapi memang feeling esktrovert alias saya, memang mudah suka dengan kebaikan orang. Mudah suka dengan orang. Itu dulu ya. Kalo sekarang sih hati saya the one n only one buat Abi. Wkwk Ngakak sama gombalan sendiri. Astaga!

Nah, itu dia 7 ciri Feeling Ekstrovert. Apakah semua itu kamu banget? Atau saya banget? Hemm …. Saya semakin semangat untuk tidak perlu berubah menjadi kalem. Cukup lebih tahu diri aja. Wkwk

Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Feeling Ekstrovert. Introvertnya, next time, ya. Hihi

Tinggalkan Balasan