5 Tips Sukses Masa Penyapihan Anak; Bunda Dilarang Baper!

Inikah saatnya menyapih Adik? Duh, Adik sudah besar, sudah dua tahun. Apa nggak usah disapih aja, ya? Apakah biarkan inisiatif berhenti sendiri saja ASI-nya?

https://pixabay.com/id/photos/sofa-tabel-orang-orang-anak-bayi-2597380/

Ada yang merasa galau seperti saya, bunda? Duh, dilema banget kalau sudah tiba saatnya menyapih Si Kecil. Dilanjutkan, saya nggak kuat ASI-nya makin kencang. Dihentikan, kok nggak tega karena sehari-hari banyak nempel sama bundanya. Tolonglah!

Lain halnya saat menyapih atau menghentikan ASI untuk Kakak Najma dulu. Saya bisa nekat karena umur satu tahun delapan bulan sudah hamil Adiknya. Dan waktu itu, saya mengajar fullday sehingga tidak terlalu sering interaksi siang hari dengan Kakak. Nah, kalau yang ini karena saya sudah resign mengajar, alhasil selalu nempel ke mana pun.

Berikut ini saya akan sharing 5 tips sukses masa penyapihan anak melalui pengalaman saya sendiri:

1. Sounding Sejak Dini

Apa tuh sounding? Hihi. Sejak jauh hari sekitar sebulan sebelum umur dua tahun, saya sudah bilang bahwa susunya sudah habis, Adik berhenti, ya. Kadang saya bilang, “Adik sudah besar, Adik berhenti, ya.”

Suatu waktu dia akan menjawab dengan suara cadelnya, “nggak sih, masih ada.” Atau mungkin, “oh, iya, abis, Una.”  Atau bahkan “Ada tau, bund.. tuh masih ada.” Masih training, tetap saya kasih ASI-nya, tapi dikurangi sedikit-sedikit meskipun Adik tetap hobi banget mimi ASI.

2.  Siapkan Makanan Kesukaan Adik

Alihkan perhatian adik yang ngebet pengen ASI dengan makanan kesukaannya. Waktu Adik Hanan disapih dia sukanya makan permen yupi. Tolong jangan ditiru ya, bund. Jadi dia bisa berhenti ngambek setelah diberikan permen itu. Salahnya saya turuti saja kemauannya sampai berlebihan. Hanan sempat sakit mulut. Namun, dikasih kandistatin auto sembuh, bund. Hihi Perlahan setelah lupa ASI-nya, pun saya kurangi lagi permennya, sampai akhirnya berhenti minta permen.

Selain permen, saya juga sudah menyiapkan beberapa Snack kesukaan adik bila lapar tengah malam nanti. Pisang Sunpride juga cocok lho, bund.

Di sini saya nggak alihkan ASI ke sufor, karena apa? Kebetulan Adik memang sudah kami ajak suka minum air putih.  Entahlah, saya tampaknya termasuk ibu-ibu anti sufor. Bukan apa-apa, selain kantong jebol, berpikir nanti akan lebih susah menghentikan sufornya. Bahas sufornya nanti aja, yuk. Wkwk

Sekarang Adik sudah tiga bulan berhenti ASI. Snack time-nya cemilan biasa dan susu UHT. Dia suka banget sama rasa cokelat.

3. Siap Begadang dan Peralatan Tempur.

Begadang adalah pertempuran yang paling berat bagi saya. Kenapa? Pagi sampai sore sudah lelah bermain dengan Adik yang uring-uringan susah tidur. Anak ASI biasa tidur dikelon.

Siapkan mainan Adik dekat dengan kasur tidur, bund. Jadi ketika dia susah tidur atau terjaga di malam hari, bisa langsung menyibukkan diri dengan bermain.

4. Kerja Sama Ayah

Aduh, tolong Pak Suami, dibantu istrinya yang lagi masa penyapihan anak. Wkwk Sulit banget melewati masa penyapihan anak tanpa bantuan dari suami.

Ayah bisa ajak anaknya naik motor agar mau tidur. Anak Penyapihan sering kali susah tidur. Ayah juga bisa alihkan perhatian anak dari bundanya. Biasanya para bunda sedang berada dalam kondisi kurang sehat saat masa penyapihan. Hal ini disebabkan perubahan hormon dan nyeri di bagian dada.

5. Tegar

Ini kayak lagu Rossa. Wkwk Kuat hati, bunda. Kalau nggak kuat, nanti gagal menyapih anak. Insya Allah semua anak bisa diajak bicara, dikasih pengertian. Kalau siang hari anak nangis pengen ASI bisa tawarkan makanan kesukaannya. Kalau nggak mau, gimana? Kita bisa gendong anaknya. Elus-elus kepalanya sambil berdoa, minta dikuatkan anak dan ibu dalam proses penyapihan.

Nah, setelah seminggu disapih, kita akan berpikir anak lupa ASI. Ternyata tidak semudah itu, Marimar! Suatu waktu adik akan menangis minta ASI. Sedih. Dramatis. Bunda pun jadi dilema. Kadang saya kasih aja ASI-nya. Setelah dirasa sudah nggak enak, akhirnya Adik menyerah dan berakhir pula drama kami. Mungkin full total lupa dengan ASI itu butuh waktu 40 hari. Duh, macam orang nifas saja.

Itu semua 5 tips sukses masa penyapihan yang bisa saya bagikan kepada bunda-bunda kece semua. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan